Si Kecut yang Penuh Manfaat
Asri Thahjani baru tau kandungan zat rosella setahun terakhir, saat membaca buku obat tradisional. Dengan latar belakang pendidikan farmasi, Asri pun tahu benar khasiat zat yang ada pada rosella tersebut.

Dalam buku dijelaskan untuk mendapatkan manfaat maksimal, rosella harus dibuat teh. Karena itu, dia pun mencoba–coba membuat teh rosella tersebut. Caranya ternyata cukup mudah. Bunga rosella dipetik dan diambil bagian kelopaknya saja. Kelopak itu lantas dikeringkan dengan di jemur. Bisa juga di oven. Saat kering, rosella diseduh dengan air hangat.
Warnanya bukan hijau atau hitam seperti teh yang biasa kita minum, tapi merah. Rasanya agak kecut tapi tak seperti jeruk atau belimbing. Rasanya berbeda. Untuk mengurangi rasa asam bisa ditambahkan dengan madu rasanya lebih enak dan segar.
Resep teh itu lantas di getoktuarkan ke tetangga. Tiap kali ada pertemuan RT/RW Asri menyuguhkan teh rosella tersebut. “Tetangga banyak yang suka. Katanya rasanya enak” ucapnya. Jadi banyak yang minta diberi tahu cara pembuatan teh rosella itu.”
Lanjut perempuan yang sehari–hari bekerja sebagai asisten apoteker tersebut. Teh rosella pun jadi kesukaan warga RT 7 RW 1 Gubeng Kertajaya ketika sedang berkumpul.

Dari situlah, Asri gemar minum teh rosella walau tak setiap hari. Itu dia lakukan setelah makan. “Sebab jika tak kuat, perut sakit. Rasanya kan kecut.” Ucap perempuan kelahiran 1950 tersebut.
Teh rosella lanjut asri, boleh dikonsumsi tanpa dicampur madu atau gula. “Sebenarnya sesuai selera saja kok. Jika suka kecut ya tak perlu ditambah gula. “Katanya. Tapi jika tak doyan asam, bisa ditambahkan gula atau madu. “Untuk diabetesi (penderita diabetes mellitus, red) sebaiknya menggunakan gula jagung atau yang low calorie.” Sarannya. Begitu juga penderita tekanan darah tinggi alias hipertensi.
Ada rencana menjual teh rosella seperti jamu kunir putih atau beras kencur? Asri menggelengkan kepala . “Belum kepikiran tutur nenek bercucu satu tersebut. Iya..ya, mungkin bisa jadi usaha ibu-ibu PKK di sini. Lagi pula, bisa menambah penghasilan keluarga pangkasnya. (ai/dos).
Sumber : Radar Bali – Jawa Pos tanggal 27 Juli 2008
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.



Comments
No comments yet.
Leave a comment